Rekor 8 kemenangan beruntun PSG di kompetisi Liga Prancis akhirnya terputus, pada Minggu (3/10/2021). Itu terjadi saat PSG melawat ke markas Rennes di Stade de la Roude Lorient yang berakhir dengan skor 2 0 untuk kemenangan tuan rumah. Gol pembuka Rennes ke gawang PSG yang dikawal Gianluigi Donnarumma lahir dari lesakan Gaetan Laborde.

Alih alih mengejar ketertinggalan, PSG justru kembali kebobolan setelah turun minum. Tepatnya menit 46, tendangan voli Flavien Tait memaksa Donnarumma memungut bola dari gawangnya. PSG pun gagal mengejar memperkecil maupun menyamakan kedudukan padahal menurunkan para pemain terbaiknya.

Terutama keberadaan trisula Neymar Jr, Kylian Mbappe dan Lionel Messi sejak awal laga. Alhasil PSG pun harus menelan kekalahan 2 0 dari Rennes. Ini merupakan kekalahan perdana bagi PSG di Liga Prancis musim ini.

Meskipun menelan kekalahan, PSG masih di puncak klasemen dengan 24 poin. Sementara Rennes naik ke urutan tujuh dengan 12 poinnya. Dengan hasil memalukan ini, Mauricio Pochettino pun merasa kecewa dengan peforma anak asuhnya yang kesulitan mencetak gol.

Ia tak memungkiri bahwa gol gol Rennes sempat menurunkan mental bermain Les Parisiens. “Saya pikir kami perlu mencetak gol untuk meraih kemenangan." kata Mauricio Pochettino dikutip dari laman klub. "Tapi pada saat yang sama saya pikir kami bermain sangat baik selama 25 menit di akhir babak pertama.

"Sebenarnya sangat bagus. Itu sedikit sial karena kami tidak mencetak gol dan kami seharusnya kembali ke ruang ganti untuk memimpin 2 0, tetapi malah 1 0 untuk mereka. "Itu berdampak besar dan kemudian kebobolan lagi dengan peluang pertama di babak kedua." lanjut Pochettino. "Sulit untuk menerima itu dan Rennes memiliki keyakinan yang membuat permainanya sulit dimengerti.

"Kami harus mengambil risiko dengan permainan terbuka dan tentu saja saya sangat kecewa dengan hasilnya." akui pelatih asal Argentina tersebut. Setelah ini, Pochettino pun ingin memanfaatkan waktu jeda internasional untuk mengevaluasi timnya. "Ya, saya pikir itu sekarang kami membutuhkan dua minggu itu tetapi para pemain akan terlibat dalam tugas internasional.

"Saatnya untuk berpikir dan mempersiapkan enam pertandingan berikutnya dalam beberapa bulan mendatang." tandasnya. PSG yang bertindak sebagai tim tamu mengusung permainan menyerang sejak laga dimulai. Menit keempat ancaman sudah ditebar oleh Lionel Messi dari dalam kotak penalti.

Sayangnya usaha tembakan Messi masih bisa diblokir oleh salah satu pemain Rennes. Peluang kedua Messi didapatkan pada menit ketujuh melalui pinggir kotak penalti. Bola hasil tendangan Messi juga masih bernasib seperti sebelumnya yang diblokir pemain lawan.

Rennes sendiri tak tinggal diam dan gantian menyerang pada menit kesembilan lewat skema rebound. Gaetan Laborde memanfaatkan bola rebound yang mengarah kepadanya dengan sebuah tembakan ke arah gawang PSG. Kesempatan Laborde sanggup dimentahkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Penyelamatan berikutnya Donnarumma dilakukan pada menit ke 15 yang memotong sebuah operan terobosan. Beberapa menit kebelakang, permainan PSG diimbangi oleh Rennes sehingga menyebabkan jual beli serangan terjadi. Gawang Donnarumma kembali mendapatkan ancaman pada menit 21 melalui pergerakan individu Kamal Deen Sulemana.

Ia berhasil melewati satu pemain PSG dan langsung memutuskan dengan sebuah tembakan yang melebar tipis ke kiri. Kartu kuning pertama keluar dari saku wasit untuk tuan rumah akibat pelanggaran yang dilakukan Laborde. Peluang berbahaya lahir menit 31 untuk PSG yang mendapatkan tendangan bebas dekat dengan kotak penalti Rennes.

Messi maju sebagai eksekutor dan mengarahkan langsung yang bolanya mengenai mistar gawang. Hanya berselang dua menit, Messi juga gagal mengkonversikan gol setelah mendapatkan bola rebound di pertahanan lawan. PSG yang menguasai permainan dikejutkan dengan sebuah gol dari Rennes pada penghujung laga.

Tepatnya menit 45, Laborde akhirnya mengalahkan Donnarumma yang tidak berhasil menghalau bola tendangannya. Berawal dari umpan Kamal, Laborde pun sanggup menjangkaunya dan mengarahkan sebuah tembakan ke pojok kiri gawang. Bola tendangan Laborde pun merubah kedudukan untuk membuka keunggulan Rennes 1 0 atas PSG sekaligus menutup paruh pertama.

Selepas turun minum, pasukan Mauricio Pochettino harus menerima pil pahit karena gawang Donnarumma harus kebobolan untuk kedua kalinya. Kali ini lewat tendangan voli Flavien Tait memaksa Donnarumma memungut bola dari gawangnya. Gol Tait pun menggandakan keunggulan Rennes menjadi 2 0 atas PSG.

PSG yang tertinggal 2 gol pun tak tinggal diam dan meningkatkan efektivitas serangannya. Menit 68, Kylian Mbappe sempat memperkecil kedudukan dengan gol indahnya ke gawang Rennes. Namun wasit menganulir gol Mbappe setelah melihat ulasan VAR karena berada terperangkap offside terlebih dahulu.

Mbappe mendapatkan peluang berikutnya pada menit 71 melalui aksi solo run. Dengan dribelnya indahnya, Mbappe melewati beberapa pemain Rennes dan diakhir dengan tembakan yang melenceng dari gawang. Kesempatan selanjutnya pada menit 74 lewat tendangan bebas Messi yang juga masih melenceng tipis ke kanan.

Serangan demi serangan PSG di menit tersisa gagal merubah kedudukan yang tetap bertahan dengan skor 2 0 untuk kemenangan tuan rumah Rennes. Gomis (Gk); Traore, Omari, Aguerd, Meling; Bourigeaud, Martin, Tait, Sulemana; Laborde, Terrier. Donnarumma (Gk); Hakimi, Marquinhos, Kimpembe, Mendes; Verratti, Gueye; Di Maria, Neymar, Messi; Mbappe.

Leave a Reply

Your email address will not be published.