Menjelang Hari Ulang Tahun TNI ke 76 yang jatuh pada Selasa 5 Oktober 2021, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ketua Umum Jalasenastri Vero Yudo Margono memimpin ziarah secara serentak prajurit TNI AL di lima Taman Makam Pahlawan (TMP) pada Minggu (3/10/2021). Yudo memimpin ziarah tersebut dari Taman Makam Pejuang Bumi Wana Samudera Kalibakung Tegal Jawa Tengah dengan dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono dan para Perwira Tinggi TNI AL. Di Taman Makam Bumi Wana Samudera Kalibakung bersemayam para pejuang TNI AL (ALRI) dan Ulama.

TMP tersebut merupakan makam pindahan para pejuang TNI AL, Ulama dan santri serta masyarakat yang berkolaborasi berjuang mempertahankan kemerdekaan RI sekitar tahun 1947 di wilayah Tegal. Jasad para pejuang tersebut sebelumnya berada di bukit Tempeh dimana para pejuang tersebut gugur dieksekusi pihak Belanda. Kisah gugurnya para pejuang tersebut bermula adanya kolaborasi tentara (ALRI) dengan ulama dan santri ketika melaksanakan perlawanan yang sengit terhadap Belanda.

Sehingga Belanda waktu itu dengan segala cara untuk membungkam perlawanan tersebut di antaranya menangkap dua ulama, 10 santri dan empat prajurit ALRI. Setelah diinterogasi, mereka dibawa di bukit Tempeh, dieksekusi, dan dimasukkan dalam liang yang sebelumnya digali mereka sendiri atas paksaan Belanda. Makna dan pesan dari kegiatan ziarah tersebut di antaranya meskipun para pejuang tersebut telah wafat dan jasadnya telah menyatu dengan bumi pertiwi, namun mereka gugur sebagai pejuang demi mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.

Jasad para pejuang tersebut ditempatkan di Bumi Wana Samudera agar para generasi penerus bisa meneladani perjuangan dan pengorbanan para pahlawan guna mewujudkan Indonesia yang jaya. Selain itu perjuangan dan pengorbanan para pejuang tidak sebanding dengan apapun dan mengenang perjuangan mereka adalah kehormatan yang harus dipertahankan demi tetap tegaknnya NKRI. Yudo menyampaikan bahwa sebelumnya makam makam para pejuang tersebar dimana mana.

Sehingga atas saran dari para ulama, Pemerintah Daerah dan masyarakat agar dijadikan satu di Taman Makam Pejuang diantaranya di Kalibakung. Selain itu, Yudo juga menyampaikan bahwa para pejuang Angkatan Laut dulu berjuang bersama sama para ulama untuk membela negara. Beberapa ulama yang gugur di antaranya yakni KH Muhammad Syafei Bin Mukti dan H Yahya bin Sejan.

“Sebagai generasi penerus supaya kita selalu mengenang jasa jasa pejuang, dan harus meneruskan perjuangan mereka, dalam bergiat mengisi kemerdekaan dimasa yang akan datang," kata Yudo dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Minggu (3/10/2021). Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebelum memimpin doa bersama mengungkapkan betapa pahlawan dari berbagai agama berkumpul di TMP. Selain itu dengan mengenal para pahlawan pahlawan bangsa maka akan tumbuh generasi generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme, menjaga harga diri bangsa serta memiliki jati diri bangsa yang akan menjaga kehormatan bangsa guna memperkokoh memperkuat ketahanan nasional.

Sementara itu ziarah di TMP Samudra Kuningan dipimpin Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah dan di TMP Penggarit Pemalang dipimpin Aspers KSAL Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi. Sedangkan untuk ziarah di TMP Prawira Reksa Negara Pekalongan dipimpin Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto dan TMP Kadilangu Batang dipimpin Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono. Di Lima TMP tersebut bersemayam jasad para pejuang dan pendahulu TNI yang gugur di zaman Perang Revolusi Kemerdekaan dan khususnya para prajurit prajurit ALRI khususnya Wilayah Corps Armada III Cirebon, dan Eks Wilayah Corps Armada IV Tegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.