Air mendidih merupakan salah satu wujud perubahan benda yaitu dari cair ke uap. Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh suhu yang meningkat. Selain itu, perubahan benda juga dipengaruhi oleh kelembapan, makhluk hidup, dan pembakaran.

Sehingga, perubahan terhadap kondisi suatu benda diakibatkan adanya energi yang sedang bekerja untuk merubahnya. Berikut adalah jenis jenis perubahan benda, dikutip dari Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 Sekolah Dasar . Panas merupakan satu bentuk energi yang dapat melakukan kerja pada suatu benda.

Hal tersebut akhirnya mempengaruhi keadaan benda. Pengaruh panas yang mengakibatkan perubahan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu: A. Perubahan Fisika

Perubahan fisika merupakan sebuah pergantian wujud benda yang tidak disertai berubahnya sifat. Perubahan yang dialami oleh benda secara fisika dapat kembali menjadi wujud seperti semula atau bersifat sementara. Contohnya adalah ketika besi dipanaskan, maka ukurannya akan semakin panjang dan disebut memuai.

Memuai merupakan perubahan ukuran benda menjadi lebih besar atau panjang akibat dipanaskan. Selain itu, benda juga dapat mengalami pengurangan ukuran seperti lebih pendek atau panjang dan disebut menyusut. Contohnya adalah es yang mencair.

Es mencair tersebut mengalami penyusutan, tetapi perubahan wujudnya bisa kembali seperti semula dengan cara didinginkan. B. Perubahan Kimia Perubahan kimia memiliki definisi pergantian wujud benda disertai dengan berubahnya sifat.

Perubahan benda jenis ini tidak bisa dapat kembali ke wujud semula atau bersifat tetap. Contohnya adalah kayu yang dibakar, maka akan menghasilkan arang serta gas. Akibat perubahannya secara kimia, arang dan gas tidak bisa kembali seperti semula yaitu menjadi kayu.

Pelapukan adalah peristiwa bentuk dan sifat benda karena beberapa faktor. Proses perubahan ini selalu identik dengan penghancuran bahan pada suatu benda. Biasanya, pelapukan disebabkan oleh organisme (makhluk hidup) maupun anorganisme (benda mati).

Waktu yang diperlukan untuk proses pelapukan tersebut sangat lama. Untuk perbedaannya, pelapukan dibagi menjadi dua jenis, yaitu secara mekanik dan biologis. Pelapukan biologis disebabkan oleh aktivitas organisme jamur, bakteri, dan jasad renik lainnya.

Contohnya adalah rayap yang memakan kayu dan menyebabkan keropos. Sedangkan pelapukan mekanik akibat suhu, tekanan, angin, dan air. Contohnya yakni batu yang ketika digenggam dapat hancur dengan mudah.

Bisa dipastikan pelapukan telah terjadi kepada batu karena telah terkena air, adanya tekanan, dan suhu. Perkaratan bisa terjadi apabila terdapat logam besi yang berikatan dengan udara dan air. Selain itu, logam yang terlalu lama dibiarkan di lingkungan yang mengandung kadar garam dan asam yang tinggi juga membuat terjadinya perkaratan.

Contohnya adalah besi yang dibiarkan terkena udara di luar dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, perkaratan juga sering terjadi di daerah pantai karena terkena air laut yang mengandung asam dan garam yang tinggi. Pembusukan benda terjadi karena pengaruh bakteri pembusuk dan sering terjadi pada benda atau makanan yang basah dan lembab.

Hal di atas disebabkan oleh kadar air yang banyak di dalam benda tersebut. Benda memiliki jenis jenis yang berbeda. Semisal ban tentu berbeda jenis dengan kunci, obeng, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa contoh jenis jenis benda yang dimanfaatkan oleh manusia.

Penggunaan karet yang paling sering dilihat oleh kita adalah ban. Pemilihan karet karena sifatnya yang lentur, kedap air, dan tahan panas. Logam sering dimanfaatkan karena sifatnya yang kuat dan mudah menghantarkan panas.

Sifat mudah menghantarkan panas sering disebut konduktor dan contohnya adalah aluminium, besi, dan tembaga. Misalnya adalah besi yang sering dipakai untuk bahan dasari bangunan dan rumah tangga karena sifatnya yang kuat. Contoh benda yang mengandung besi adalah paku, kunci, mesin, mobil, dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga pemanfaatan aluminium karena memiliki kelebihan yaitu ringan, murah, penghantar panas, dan tahan karat. Aluminium sering digunakan untuk bahan perabot rumah tangga seperti panci, penggorengan dan lain sebagainya. Pembuatan badan pesawat terbang dan rangka sepeda motor juga merupakan contoh pemanfaatan aluminium.

Sementara tembaga adalah penghantar listrik yang paling baik sehingga digunakan untuk pembuatan bahan kabel dan alat elektronik. Kayu sering digunakan untuk pembuatan perabot rumah tangga semisal kursi, meja, lemari, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan memiliki sifat mudah dibentuk, kuat, dan dapat menghambat panas yang disebut isolator.

Pemanfaatan kayu sebagai isolator sering dijumpai dalam pegangan setrika, panci dan lain lain. Selain kayu, perabotan rumah tangga juga menggunakan plastik sebagai bahannya seperti piring, gelas, sendok, dan lain sebagainya. Penggunaannya dikarenakan sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, dan murah.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.