Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah adalah modal. Maka tidak heran jika banyak yang memilih untuk mengajukan pinjaman UMK, baik di bank maupun tempat-tempat lainnya.

Cara Mengajukan Pinjaman UMK

Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah memang bukan perkara yang gampang, apalagi lagi di era pandemi seperti saat ini. Namun hal tersebut masih bisa dicapai salah satunya yaitu dengan mengajukan pinjaman UKM. Lalu bagaimana caranya?

  1. Mengajukan Pinjaman

Sebelum mengajukan pinjaman perlu diketahui bahwa kredit dibagi menjadi dua. Pertama tanpa angunan yang memiliki kelebihan proses pencairan dananya sangat cepat. Dengan kekurangan bunga yang ditetapkan relatif tinggi.

Jenis lainnya yaitu kredit dengan angunan yang memiliki kelebihan seperti bunga relatif rendah dan jangka waktu cukup panjang. Perlu Anda ketahui juga bahwa Peer to Peer Lending adalah lembaga yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima.

  1. 2. Menentukan Pinjaman

Kredit modal kerja merupakan jenis pinjaman yang sering dipilih pelaku bisnis di Indonesia. Dengan tujuan untuk memberikan modal awal kepada pebisnis yang sedang mendirikan sebuah usaha. Umumnya pihak bank akan memberikan jangka waktu selama 1 tahun.

Jenis pinjaman selanjutnya yaitu kredit investasi, biasanya digunakan oleh debitur yang sudah memiliki modal tetapi masih ingin mengembangkan usahanya. Umumnya jangka waktu yang diberikan oleh bank adalah 5 tahun.

3.Menyiapkan Berbagai Persyaratan

Agar proses pengajuan berjalan dengan lancar, maka pastikan terlebih dahulu bahwa semua persyaratan sudah terpenuhi. Lalu apa saja yang harus disiapkan? Berikut ini dokumen-dokumennya.

  • Kartu tanda penduduk yang asli.
  • Kartu keluarga (KK).
  • Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Surat pemberitahuan atau SPP.
  • Rekening koran 3 bulan terakhir.
  • Dokumen rencana investasi dan laporan transaksi.
  • Kelengkapan surat usaha.

4.Pahami Terlebih Dahulu Konsep 5C

Dalam dunia usaha terdapat konsep 5C yang terdiri dari capacity, character, collateral, kapital dan conditions. Perlu diingat bahwa kelima hal itu harus dipahami dengan benar-benar, karena akan dijadikan perhitungan pihak bank sebelum memberikan pinjaman.

Misalnya pada konsep capacity yang berhubungan dengan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman usaha, nantinya akan dilihat bagaimana cara anda mengelola keuangan. Sedangkan character berupa penilaian berdasarkan kepribadian seseorang.

Kredit UKM Berdasarkan Jaminan Apa Saja?

Berdasarkan jaminannya kredit UKM dibedakan menjadi dua jenis yaitu dengan jaminan dan tanpa anggunan. Lalu Apa yang membedakan keduanya? Daripada semakin penasaran langsung saja baca penjelasan di bawah ini.

  1. Kredit Tanpa Anggunan Itu Apa?

Di Indonesia sendiri kredit tanpa anggunan lebih dikenal dengan sebutan KTA. Pada pinjaman ini pihak bank tidak akan meminta jaminan aset apapun dari seorang debitur. Namun tidak boleh disalah artikan dulu ya!

Dimana pihak bank dapat menyita aset yang dimiliki ketika debitur tidak bisa melunasi hutangnya. Bunga yang ditawarkan pada kredit tanpa anggunan relatif tinggi, sehingga untuk seorang pemula yang memerlukan modal besar lebih baik memilih pinjaman jenis lainnya.

  1. 2. Kredit dengan Jaminan

Berbeda dengan KTA, dalam kredit ini untuk memperoleh dana disyaratkan adanya sebuah jaminan berupa aset-aset berharga seperti tanah, rumah dan kendaraan. Meskipun tergolong sulit pinjaman jenis ini juga memiliki kelebihan berupa apa bunganya relatif rendah.

Salah satu alasan mengapa pihak bank memerlukan jaminan ketika memberikan pinjaman kepada debitur yaitu untuk memastikan bahwa pinjaman yang diajukan bisa dilunasi sesuai perjanjian sebelumnya.

Untuk para pelaku usaha kecil dan menengah sekarang tidak perlu khawatir lagi dalam menjalankan bisnisnya karena saat ini sudah banyak dijumpai tempat-tempat penyedia pinjaman KTA dengan bunga rendah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.